Selasa, 26 November 2019

Asas dan sistem pendidikan yg diterapkan di sekolah

“Asas dan sistem pendidikan yg diterapkan di sekolah tersebut”

·           Asas Tut Wuri Handayani
-            Tut Wuri: Mengikuti perkembangan sang anak dengan penuh perhatian berdasarkan cinta kasih dan tanpa pamrih.
-            Mempengaruhi dalam arti merangsang, memupuk, membimbing, dan menggairahkan anak agar sang anak mengembangkan pribadi masing-masing melalui disiplin pribadi
·           Asas Belajar Sepanjang Hayat
-            Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang tidak pernah sempurna, dia selalu berkembang mengikuti perkembangan yang terjadi di lingkungan kehidupannya. Dewasa ini, akibat kemajuan ilmu dan teknologi yang amat pesat, terjadi perubahan yang amat pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Akibatnya, apa yang dipelajari oleh seseorang pada beberapa tahun yang lalu dapat menjadi tidak berarti atau tidak bermanfaat lagi. Hal ini disebabkan karena apa yang telah dipelajarinya sudah tidak relevan lagi dengan berbagai masalah kehidupan yang dihadapinya. Jadi, implikasi dari kemajuan ilmu dan teknologi yang amat pesat tersebut ialah seseorang dituntut untuk mau dan mampu belajar sepanjang haya
·           Asas Kemandirian Dalam Belajar
-            Kemandirian dalam belajar itu dapat dikembangkan dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu siap untuk membantu apabila diperlukan. Selanjutnya, asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apabila didasarkan pada pendapat bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar. Oleh karena itu, tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru atau pun orang lain.
Penerapan asas-asas Pendidikan
A.       Keadaan yang di temui

Dalam kaitan penerapan asas Tut Wuri Handayani, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang, yakni :
1)    Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan dan keterampilan yang diminatinya di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan yang disediakan oleh pemerintah sesuai peran dan profesinya dalam masyarakat. Peserta didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri
2)    Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan kejuruan yang diminatinya agar dapat mempersiapkan diri untuk memasuki lapangan kerja bidang tertentu yang diinginkannya
3)    Peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan kesempatan untuk memasuki program pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan gaya dan irama belajarnya
4)    Peserta didik yang memiliki kelainan atau cacat fisik atau mental memperoleh kesempatan untuk memilih pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan cacat yang disandang agar dapat bertumbuh menjadi manusia yang mandiri
5)    Peserta didik di daerah terpencil mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan ketrampilan agar dapat berkembang menjadi manusia yang memiliki kemampuan dasar yang memadai sebagai manusia yang mandiri, yang beragam dari potensi dibawah normal sampai jauh diatas normal (Jurnal Pendidikan,1989)
Dalam kaitan asas belajar sepanjang hayat, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang, yaitu :
1)    Usaha pemerintah memperluas kesempatan belajar telah mengalami peningkatan. Terbukti dengan semakin banyaknya peserta didik dari tahun ke tahun yang dapat ditampung baik dalam lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal; berbagai jenis pendidikan; dan berbagai jenjang pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi
2)    Usaha pemerintah dalam pengadaan dan pembinaan guru dan tenaga kependidikan pada semua jalur, jenis, dan jenjang agar mereka dapat melaksanakan tugsnya secara proporsional. Dan pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil pendidikan di seluruh tanah air. Pembinaan guru dan tenaga guru dilaksanakan baik didalam negeri maupun diluar negeri
3)    Usaha pembaharuan kurikulum dan pengembangan kurikulum dan isi pendidikan agar mampu memenuhi tantangan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas melalui pendidikan
4)    Usaha pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana yang semakin meningkat: ruang belajar, perpustakaan, media pengajaran, bengkel kerja, sarana pelatihan dan ketrampilan, sarana pendidikan jasmani
5)    Pengadaan buku ajar yang diperuntukan bagi berbagai program pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk:
a)    Meningkatkan sumber penghasilan keluarga secara layak dan hidup bermasyarakat secara berbudaya melalui berbagai cara belajar
b)   Menunjang tercapainya tujuan pendidikan manusia seutuhnya
6)    Usaha pengadaan berbagai program pembinaan generasi muda: kepemimpinan dan ketrampilan, kesegaran jasmani dan daya kreasi, sikap patriotisme dan idealisme, kesadaran berbangsa dan bernegara, kepribadian dan budi luhur
7)   Usaha pengadaan berbagai program pembinaan keolahragaan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anggota masyarakat untuk melakukan berbagai macam kegiatanolahraga untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran serta prestasi di bidang olahraga
8)    Usaha pengadaan berbagai program peningkatan peran wanita dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia; peningkatan ilmu pngetahuan dan teknologi, ketrampilan serta ketahanan mental.
Sesuai dengan uraian di atas, maka secara singkat pemerintah secara lintas sektoral telah mengupayakan usaha-usaha untuk menjawab tantangan asas pendidikan sepanjang hayat dengan cara pengadaan sarana dan prasarana, kesempatan serta sumber daya manusia yang menunjang.

2.        Permasalahan yang dihadapi
a.    Masalah Peningkatan Mutu Pendidikan
Kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak harus dipertimbangkan dengan kebijaksanaan pemerataan pendidikan. Karena peningkatan kualitas pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan bertujuan membangun sumber daya manusia yang mutunya sejajar dengan mutu sumber daya manusia negara lain.
Pemerintah mengusahakan berbagai cara dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, antara lain: (1) Pembinaan guru dan tenaga pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan, (2) Pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, (3) Pengembangan kurikulum dan isi pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta pengembangan nilai-nilai budaya bangsa, (4) Pengembangan buku ajar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan budaya bangsa.
b.    Masalah Peningkatan Relevansi Pendidikan
Kebijaksanaan peningkatan relevansi pendidikan mengacu pada keterkaitannya dengan: ke-bhineka tunggal ika-an masyarakat, letak geografi Indonesia yang luas, dan pembangunan manusia Indonesia yang multidimensional.
Pemerintah telah dan sedang mengusahakan peningkatan relevansi penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien (1) meningkatkan kemudahan dalam komunikasi informasi antara pusat–daerah, daerah–daerah, agar arus komunikasi informasi pembaharuan pendidikan berjalan lancar, (2) desiminasi–inovasi pendidikan: kelembagaan’ sumber daya manusia, sarana dan prasarana, proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu, dan (3) peningkatan kegiatan penelitian untuk memberi masukan dalam upaya meningkatkan relevansi pendidikan.
c.    Masalah pendekatan komunikasi oleh guru
Sekarang masih terdapat kecendrungan bahwa peserta didik terikat oleh penggunaan komunikasi satu arah dalam kegiatan pembelajaran dengan mengandalkan metode ceramah. Dalam komunikasi demikian, pendididk menempatkan dirinya dalam kedudukan yang lebih tinggi dari peserta didik. Tidak jarang, peserta didik dijadikan objek komunikasi oleh seorang guru. Dengan rendahnya umpan balik dari peserta didik, dan cenderung hanya menghasilkan perubahan pengetahuan (Rogers dan Schoemaker, 1981 : Depdikbud, 1983) memberikan implikasi yang negatif terhadap out put pendidikan, yakni membuat peserta didik tidak terdorong untuk belajar mandiri, mereka lebih bergantung kepada informasi yang diberikan pendidik.
d.   Masalah peranan pendidik
Metode pembelejaran yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik, yakni metode ceramah dimana pendidik melakukan komunikasi satu arah, pendidik sering menempatkan dirinya sebagai  orang yang paling dominan. Tidak jarang, pendidik, dosen atau guru menempatkan dirinya sebagai orang yang paling dan serba tahu dalam segala hal pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Tugas seorang pendidik sebenarnya mendorong peserta didik untuk mencari informasi sendiri yang dikatakan sebagai upaya belajar mandiri.
e.    Masalah tujuan belajar
Learning to know dan learning to do belum cukup untuk dijadikan tujuan belajar. Oleh karena kemajuan teknologi terutama kemajuan transpotasi dan komunikasi membuat dunia semakin sempit, sehingga intensitas interaksi manusia semakin tinggi tanpa dibatasi oleh perbedaan suku, agama, ras, dan asal-usul. Oleh karena itu, tujuan belajar diperluas dengan learning to life together dan learnign to be.
3.      Pengembangan penerapan asas-asas pendidikan
Sehubungan dengan permasalah yang dihadapi dalam penerapan asas-asas pendidikan, maka perlu diadakannya upaya pengembangan penerapan asas-asas pendidikan dengan tujuan untuk membantu mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya.
a.       Meningkatkan mutu pendidikan
Dalam menghadapi masalah peningkatan sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pemerintah telah dan sedang mengupayakan peningkatan: mutu guru dan tenaga kependidikan, mutu sarana dan prasarana pendidikan, mutu kurikulum dan isi kurikulum sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan nilai-nilai budaya bangsa.
b.      Meningkatkan relevansi pendidikan
Dalam upaya meningkatkan relevansi pendidikan, pemerintah melakukan berbagai upaya (1) usaha menemukan cara baru dan pemanfaatan teknologi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang beragam, (2) usaha pemanfaatan hasil penelitian pendidikan bagi peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan (3) usaha pengadaan ruang belajar, ruang khusus (bengkel kerja, konseling, pertemuan, dan sebagainya) yang menunjang kegiatan pembelajaran.
c.       Mengembangkan komunikasi dua arah
Dalam meningkatkan umpan balik dari siswa, seorang guru harus mengembangkan komunikasi dua arah. Siswa tidak hanya mendengarkan namun juga memberikan respon dalam setiap permasalahan yang diberikan seorang pendidik. Dengan demikian, peserta didik akan terdorong untuk belajar mandiri, tidak tergantung kepada pendidik saja.
d.     Menggeser peranan pendidik menjadi fasilitator, informator, motivator, dan organisator.
Fasilitator sebagai penyedia layanan misalnya memberikan kasus yang harus dipecahkan atau didiskusikan. Informator sebagai pemberi informasi terkini yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Motivator sebagai pemberi motivasi kepada peserta didik. Organisator yang membimbing peserta didik menyelesaikan tahap-tahap pembelajaran yang telah ada.
 e.  Mengembangkan tujuan belajar menjadi learning to know, learning to do, learning to life together, dan learning to be.

belajar lagi yuk :

Perangkat Lunak Komputer


Perangkat Lunak Komputer

Perangkat lunak atau software adalah istilah umum untuk data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, bagian sistem komputer yang tidak berwujud. Istilah ini menonjolkan perbedaan dengan perangkat keras computer.
Software dibagi menjadi 3 yaitu:

A.Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada computer sehingga masing-masing dapat berkomunikasi. Penggunaan processor, memory, hardisk dan komponen lainnya diatur oleh system operasi.
Contoh Sistem Operasi :
1.      Produk Microsoft : Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows 2000, WIndows   Me, WIndows XP, Windows Vista, WIndows NT (untuk jaringan).
2.       Produk Novel : Linux, Redhat, OpenSuse, Ubuntu, Mandrake, Mandriva,dll
3.       Produk Apple : Macintosh
4.       Produk IBM : DOS, UNIX

Program Bantu merupakan program yang bertujuan untuk mengatur konfigurasi komputer,menjaga komputer dari
serangan virus dan hacker, menyelamatkan data dan sebagainya. Program jenis ini tidak banyak melibatkan pengguna dalam penggunaannya, tetapi bekerja sendiri sesuai dengan perintah dan fungsinya.Contoh program bantu yang kita kenal yaitu Anti Virus, Backup , Disk Defragmenter, dsbnya.

Perangkat Lunak Bahasa (Language Program), yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi-
instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin agar dapat diterima dan dipahami oleh komputer. Contoh dari bahasa tingkat tinggi adalah : Basic, dBase, Cobol, Pascal, C++, Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi, PHP, dan masih banyak yanga lainnya.

Perangkat lunak aplikasi merupakan perangkat lunak yang biasa digunakan oleh siapa saja
untuk membantu pekerjaannya. Perangkat lunak aplikasi dapat dengan mudah di install di dalam komputer kita.
Perangkat lunak aplikasi dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu :
a.       Program Aplikasi.
Program aplikasi merupakan program yang langsung dibuat oleh seorang
programmer yang disesuaikan dengan kebutuhan seseorang  ataupun untuk kebutuhan suatu perusahaan,Contoh dari program aplikasi adalah :Program penggajian karyawan (Payroll), Program penjualan tiket pesawat/kapal Laut, Program kasir,Program billing warnet/wartel.
b.       Program Paket
Program paket merupakan program khusus dalam paket- paket tertentu yang dibuat oleh software house ataupun langsung bawaan dari suatu Sistem Operasi. Program pengolah kata, contohnya adalah Microsoft Word, pengolah angka contohnya adalah : Microsoft Excel dll.

Menurut Microsoft dalam “The Hallowen Document”, terdapat beberapa jenis lisensi yang dapat digunakan untuk program komputer. Beberapa jenis lisensi tersebut antara lain adalah: Lisensi Commercial.Lisensi Trial Software,Lisensi Non Commercial Use,Lisensi Shareware,Lisensi Freeware,

klik link untuk belajar lebih banyak :

Makalah Keselamatan dan kesehatan kerja


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
Keselamatan dan keamanan kerja mempunyai banyak pengeruh terhadap faktor kecelakaan, karyawan harus mematuhi standart (K3) agar tidak menjadikan hal-hal yang negative bagi diri karyawan. Terjadinya kecelakaan banyak dikarenakan oleh penyakit yang diderita karyawan tanpa sepengetahuan pengawas (K3), seharusnya pengawasan terhadap kondisi fisik di terapkan saat memasuki ruang kerja agar mendeteksi sacera dini kesehatan pekerja saat akan memulai pekerjaanya. Keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan dalam lingkungan kerja, karena kesehatan merupakan keadaan atau situasi sehat seseorang baik jasmani maupun rohani sedangkan keselamatan kerja suatu keadaan dimana para pekerja terjamin keselamatan pada saat bekerja baik itu dalam menggunakan mesin, pesawat, alat kerja, proses pengolahan juga tempat kerja dan lingkungannya juga terjamin. Apabila para pekerja dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani dan didukung oleh sarana dan prasarana yang terjamin keselamatannya maka produktivitas kerja akan dapat ditingkatkan. Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat, antara lain: keturunan, lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan.
B. Rumusan Masalah
Penulisan makalah mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berdasarkan hal tersebut, dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1.        Apa pengertian keselamatan dan kesehatan kerja (K3) itu?
2.        Apa yang menjadi dasar pemberlakuan kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) di Indonesia?
3.        Apa saja yang menjadi penyebab kecelakaan?
4.        Apa saja usaha untuk mencapai keselamatan kerja?
5.        Apa saja yang menjadi masalah kesehatan karyawan?
6.        Apa solusi yang tepat untuk masalah kesehatan pada karyawan?
C. Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian keselamatan dan kesehatan kerja (k3)
2.      Untuk mengetahui dasar pemberlakuan kesehatan keselamatan kerja (k3) di indonesia
3.      Untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab kecelakaan
4.      Untuk mengetahui usaha untuk mencapai keselamatan kerja
5.      Untuk meengetahui masalah kesehatan pada karyawan
6.      Memberikan solusi menjaga kesehatan bagi karyawan
D. Pembahasan
1.      Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Pengertian (Definisi) K3 Menurut Filosofi (Mangkunegara)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.
Pengertian (Definisi) K3 Menurut Keilmuan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
Pengertian (Definisi) K3 Menurut OHSAS 18001:2007
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja.
2.       Dasar Pemberlakuan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Di Indonesia
Di antaranya ialah Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Permenaker No 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Rangkuman dasar-dasar hukum tersebut antara lain :
UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja :
1.       Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha.
2.       Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana.
3.       Adanya bahaya kerja di tempat itu.
Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3 :
Setiap perusahaan yang memperkerjakan 100 (seratus) tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK).
Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :
1.       Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 (seratus) orang atau lebih.
2.       Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari 100 (seratus) orang tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radioaktif.
3.    penyebab kecelakaan pada saat kerja

·         Faktor Manusia

Umur
Umur pekerja juga diatur oleh Undang-Undang Perburuhan yaitu Undang-Undang tanggal 6 Januari 1951 No.1 Pasal 1 (Malayu S. P. Hasibuan, 2003:48). Karyawan muda umumnya mempunyai fisik yang lebih kuat, dinamis, dan kreatif, tetapi cepat bosan, kurang bertanggung jawab, cenderung absensi, dan turnover-nya rendah (Malayu S. P. Hasibuan, 2003:54). Umum mengetahui bahwa beberapa kapasitas fisik, seperti penglihatan, pendengaran dan kecepatan reaksi, menurun sesudah usia 30 tahun atau lebih. Sebaliknya mereka lebih berhati-hati, lebih dapat dipercaya dan lebih menyadari akan bahaya dari pada tenaga kerja usia muda. Efek menjadi tua terhadap terjadinya kecelakaan masih terus ditelaah. Namun begitu terdapat kecenderungan bahwa beberapa jenis kecelakaan kerja seperti terjatuh lebih sering terjadi pada tenaga kerja usia 30 tahun atau lebih dari pada tenaga kerja berusia sedang atau muda. 22 Juga angka beratnya kecelakaan rata-rata lebih meningkat mengikuti pertambahan usia ( Suma’mur PK., 1989:305 ).
Jenis Kelamin
Jenis pekerjaan antara pria dan wanita sangatlah berbeda. Pembagian kerja secara sosial antara pria dan wanita menyebabkan perbedaan terjadinya paparan yang diterima orang, sehingga penyakit yang dialami berbeda pula. Kasus wanita lebih banyak daripada pria (Juli Soemirat, 2000:57). Secara anatomis, fisiologis, dan psikologis tubuh wanita dan pria memiliki perbedaan sehingga dibutuhkan penyesuaian-penyesuaian dalam beban dan kebijakan kerja, diantaranya yaitu hamil dan haid. Dua peristiwa alami wanita itu memerlukan penyesuaian kebijakan yang khusus.
 Masa kerja
Masa kerja adalah sesuatu kurun waktu atau lamanya tenaga kerja bekerja disuatu tempat. Masa kerja dapat mempengaruhi kinerja baik positif maupun negatif. Memberi pengaruh positif pada kinerja bila dengan semakin lamanya masa kerja personal semakin berpengalaman dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya, akan memberi pengaruh negatif apabila dengan semakin lamanya masa kerja akan timbul kebiasaan pada tenaga kerja. Hal ini biasanya terkait dengan pekerjaan yang bersifat monoton atau berulang-ulang. Masa kerja dikategorikan menjadi tiga yaitu: 1. Masa Kerja baru : < 6 tahun 2. Masa Kerja sedang : 6 – 10 tahun 3. Masa Kerja lama : < 10 tahun (MA. Tulus, 1992:121).
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Penggunaan alat pelindung diri yaitu penggunaan seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. APD tidak secara sempurna dapat melindungi tubuhnya, tetapi akan dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin terjadi. Penggunaan alat pelindung diri dapat mencegah kecelakaan kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan praktek pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri.
Tingkat Pendidikan
Pendidikan adalah proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat ia hidup, proses sosial yakni orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimal (Achmad Munib, dkk., 2004:33). Pendidikan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka mereka cenderung untuk menghindari potensi bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Perilaku
Variabel perilaku adalah salah satu di antara faktor individual yang mempengaruhi tingkat kecelakaan. Sikap terhadap kondisi kerja, kecelakaan dan praktik kerja yang aman bisa menjadi hal yang penting karena ternyata lebih banyak persoalan yang disebabkan oleh pekerja yang ceroboh dibandingkan dengan mesin-mesin atau karena ketidakpedulian karyawan. Pada satu waktu, pekerja yang tidak puas dengan pekerjaannya dianggap memiliki tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi. Namun demikian, asumsi ini telah dipertanyakan selama beberapa tahun terakhir. Meskipun kepribadian, sikap karyawan, dan karakteristik individual karyawan tampaknya berpengaruh pada kecelakaan kerja, namun hubungan sebab akibat masih sulit dipastikan.
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat, dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori, dalam hal ini yang dimaksud adalah pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja. Timbulnya kecelakaan bekerja biasanya sebagai akibat atas kelalaian tenaga kerja atau perusahaan. Adapun kerusakan-kerusakan yang timbul, misalnya kerusakan mesin atau kerusakan produk, sering tidak diharapkan perusahaan maupun tenaga kerja. Namun tidak mudah menghindari kemungkinan timbulnya risiko kecelakaan dan kerusakan. Apabila sering timbul hal tersebut, tindakan yang paling tepat dan harus dilakukakan manajemen tenaga kerja adalah melakukan pelatihan. Penyelenggaraan pelatihan dimaksudkan agar pemeliharaan terhadap alat-alat kerja dapat ditingkatkan. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah mengurangi timbulnya kecelakaan kerja, kerusakan, dan peningkatan pemeliharaan terhadap alat-alat kerja.
Peraturan K3
Peraturan perundangan adalah ketentuan-ketentuan yang mewajibkan mengenai kondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan dan pemeliharaan, pengawasan, pengujian dan cara kerja peralatan industri, tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan, supervisi medis, P3K dan perawatan medis. Ada tidaknya peraturan K3 sangat berpengaruh dengan kejadian kecelakaan kerja. Untuk itu, sebaiknya peraturan dibuat dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan

·         Faktor Lingkungan

Kebisingan
Bising adalah suara/bunyi yang tidak diinginkan . Kebisingan pada tenaga kerja dapat mengurangi kenyamanan dalam bekerja, mengganggu komunikasi/percakapan antar pekerja, mengurangi konsentrasi, menurunkan daya dengar dan tuli akibat kebisingan. Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja, Intensitas kebisingan yang dianjurkan adalah 85 dBA untuk 8 jam kerja (Tabel 3).
Suhu Udara
Dari suatu penyelidikan diperoleh hasil bahwa produktivitas kerja manusia akan mencapai tingkat yang paling tinggi pada temperatur sekitar 24°C- 27°C. Suhu dingin mengurangi efisiensi dengan keluhan kaku dan kurangnya koordinasi otot. Suhu panas terutama berakibat menurunkan prestasi kerja pekerja, mengurangi kelincahan, memperpanjang waktu reaksi dan waktu pengambilan keputusan, mengganggu kecermatan kerja otak, mengganggu koordinasi syaraf perasa dan motoris, serta memudahkan untuk dirangsang.
Sedangkan menurut Grandjean dikondisi panas sekeliling yang berlebih akan mengakibatkan rasa letih dan kantuk, mengurangi kestabilan dan meningkatkan jumlah angka kesalahan kerja. Hal ini akan menurunkan daya kreasi tubuh manusia untuk menghasilkan panas dengan jumlah yang sangat sedikit.
Penerangan
Penerangan ditempat kerja adalah salah satu sumber cahaya yang menerangi benda-benda di tempat kerja. Banyak obyek kerja beserta benda atau alat dan kondisi di sekitar yang perlu dilihat oleh tenaga kerja. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi.
Penerangan yang baik memungkinkan tenaga kerja melihat obyek yang dikerjakan secara jelas, cepat dan tanpa upaya-upaya tidak perlu. Penerangan adalah penting sebagai suatu faktor keselamatan dalam lingkungan fisik pekerja. Beberapa penyelidikan mengenai hubungan antara produksi dan penerangan telah memperlihatkan bahwa penerangan yang cukup dan diatur sesuai dengan jenis pekerjaan yang harus dilakukan secara tidak langsung dapat mengurangi banyaknya kecelakaan. Faktor penerangan yang berperan pada kecelakaan antara lain kilauan cahaya langsung pantulan benda mengkilap dan bayang-bayang gelap (ILO, 1989:101). Selain itu pencahayaan yang kurang memadai atau menyilaukan akan melelahkan mata. Kelelahan mata akan menimbulkan rasa kantuk dan hal ini berbahaya bila karyawan mengoperasikan mesin-mesin berbahaya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan (Depnaker RI, 1996:45).
Lantai licin
Lantai dalam tempat kerja harus terbuat dari bahan yang keras, tahan air dan bahan kimia yang merusak (Bennet NB. Silalahi, 1995:228). Karena lantai licin akibat tumpahan air, tahan minyak atau oli berpotensi besar terhadap terjadinya kecelakaan, seperti terpeleset.

·         Faktor Peralatan

Kondisi mesin
Dengan mesin dan alat mekanik, produksi dan produktivitas dapat ditingkatkan. Selain itu, beban kerja faktor manusia dikurangi dan pekerjaan dapat lebih berarti. Apabila keadaan mesin rusak, dan tidak segera diantisipasi dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. 2.1.7.3.2 Ketersediaan alat pengaman mesin Mesin dan alat mekanik terutama diamankan dengan pemasangan pagar dan perlengkapan pengamanan mesin ata disebut pengaman mesin. Dapat ditekannya angka kecelakaan kerja oleh mesin adalah akibat dari secara meluasnya dipergunakan pengaman tersebut. Penerapan tersebut adalah pencerminan kewajiban perundang-undangan, pengertian dari pihak yang bersangkutan, dan sebagainya.
Letak mesin
Terdapat hubungan yang timbal balik antara manusia dan mesin. Fungsi manusia dalam hubungan manusia mesin dalam rangkaian produksi adalah sebagai pengendali jalannya mesin tersebut. Mesin dan alat diatur sehingga cukup aman dan efisien untuk melakukan pekerjaan dan mudah (AM. Sugeng Budiono, 2003:65). Termasuk juga dalam tata letak dalam menempatkan posisi mesin. Semakin jauh letak mesin dengan pekerja, maka potensi bahaya yang menyebabkan kecelakaan akan lebih kecil. Sehingga dapat mengurangi jumlah kecelakaan yang mungkin terjadi.
4.      untuk mencapai keselamatan kerja
·         Disain area kerja yang aman.
Di area kerja terdapat banyak peralatan. Dimulai dari peralatan yang paling  sederhana  sampai  pada  peralatan  yang  canggih.  Seperti:
bangku, lemari dan meja kerja; furnitur; konveyor; peralatan ringan s/d berat;  dan kendaraan.  Pengaturan tata  letak  sangat  penting  untuk membantu mencapai efisiensi dan efektifitas kerja, mencegah error, dan terakhir menekan kejadian yang tidak diharapkan yang berakibat kecelakaan.

·         Selalu Menjaga kebersihan area kerja.
Ini adalah bagian cara kerja yang aman dan sehat, area kerja yang bersih adalah wilayah kerja yang aman dan sehat. Banyak usaha usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja yang dapat dilakukan. Pada area kerja yang bersih bahaya tersingkirkan, disamping itu area kerja yang bersih akan meningkatkan produktivitas yang lebih bersar dari karyawan.
·         Libatkan karyawan.
cara mengatasi lingkungan kerja yang tidak aman yaitu salah satunya dengan cara melibatkan karyawan anda dalam proses perencanaan safety. Karyawan adalah orang pertama yang paling memahami situasi ditempat kerja. Mereka juga akan termotivasi dengan baik untuk safety.
·         Memberikan Instruksi kerja yang jelas.
Pesan pesan keselamatan dalam bekerja sangat penting bagi karyawan. Berikan    instruksi    kerja    yang    jelas.    Berikan    pelatihan    untuk memperjelas   dan  meningkatkan   pemahaman.  Instruksi   diberikan dalam  bentuk  tertulis  dan  pastikan  mereka  karyawan  membaca, mempelajari dan memahaminya. Dan yang terakhir pastikan karyawan anda mengakui sebagai penerimaan terhadap program kerja safety anda.
·         Fokus pada hal-hal yang feasible atau masuk akal dilakukan.
Fokuskan  upaya  keselamatan  anda  pada  masalah  yang  paling mungkin  bisa  dilakukan.  Memberikan  fokus  kepada  masalah  yang
besar adalah penting, namun hal tsb termasuk yang tidak mungkin bisa dilaksanaan oleh karyawan dan hal ini akan berkontribusi kepada terjadi pelanggaran yang berdampak kepada cidera atau kecelakaan.

·         Membuka diri untuk menerima masukan, kritikan dari bawahan.
Ini bagian dari cara mengatasi lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi karyawan. Mendorong    karyawan    untuk    melaporkan kepada    anda    tentang kekurangan,  isu-isu,  wawasan dalam  masalah safety. Hal  ini  akan berdampak terhadap membudayakan safety di tempat kerja. Pimpinan tempat kerja harus membuka diri untuk menerima masukan, kritikan dari bawahan.
·         Melakukan Observasi.
Anda harus melakukan observasi dan mempelajari setiap karyawan melakukan pekerjaan mereka. Perhatikan dan lakukan koreksi pada mereka yang melakukan jalan pintas, dan memberikan pengharggan kepada mereka yang melakukan tugas-tugas secara baik dan mereka di jadikan sebagai teladan bagi staf yang lain.
·         Menjaga semua mesin dan peralatan dalam keadaan baik.
Adalah  tanggung  jawab  majikan  untuk  memastikan  bahwa  semua mesin dan peralatan kerja berada didalam kondisi yang baik. Pastikan juga memelihara shift kerja, roster kerja dengan sebaik-baiknya.
·         Hazard, bahaya.
·         Hindari bahaya yang tidak perlu. Untuk hal itu lakukan pemeriksaan rutin   atau   sesering   mungkin   tempat   kerja   anda.   Adalah   perlu
pemahaman, kemahiran untuk melakukan Identifikasi Bahaya dengan
baik dan benar.

·         Melakukan Review.
Setiap tahun, atau tiap ada perubahan di tempat kerja harus dilakukan peninjauan  kembali  pedoman  kerja  keselamatan  di  tempat  kerja. Mulailah review tahunan dengan melakukan pemeriksaan tempat kerja anda, dan penelaahan menyeluruh terhadapa Sistem, program keselamatan anda.
5.      Masalah kesehatan karyawan

1. Penurunan Kemampuan Otak

Asupan oksigen akan sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja kemampuan otak dalam berpikir. Hal ini sangat penting untuk dicermati dengan baik karena jika asupan oksigen kurang, kemampuan otak juga akan ikut menurun dan menjadi tidak optimal.
Pada kenyataannya, karyawan yang bekerja dan duduk selama berjam-jam di meja kerjanya akan mengalami kekurangan asupan oksigen ke otak. Asupan oksigen ini akan diterima otak ketika yang bersangkutan melakukan aktivitas fisik (berjalan atau berdiri). Jika hanya duduk seharian, oksigen tidak bisa disampaikan dalam jumlah yang cukup, bukan?

2. Obesitas

Duduk selama berjam-jam dan hanya melakukan gerakan yang minim akan membuat pembakaran energi dalam tubuh tidak berjalan dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan menumpuknya lemak pada bagian tubuh tertentu sehingga risiko menjadi gemuk akan lebih besar.
Orang yang bekerja dan hanya menghabiskan waktu tanpa melakukan banyak aktivitas dan gerak tubuh selama waktu yang panjang bisa memiliki risiko obesitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang aktif bergerak.

3. Penyakit Jantung

Bagi orang yang selalu bekerja dalam posisi duduk yang lama setiap harinya, risiko menderita penyakit jantung juga menjadi lebih besar. Rutinitas duduk seperti ini akan memperlambat proses peredaran darah dalam tubuh sehingga mengakibatkan kurangnya kemampuan otot dalam membakar lemak.
Jika lemak dalam tubuh tidak dibakar secara maksimal, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada jantung. Kondisi seperti ini akan menjadi semakin buruk kalau terjadi dalam kurun waktu yang berkesinambungan dan hal ini sangat mungkin dapat menimbulkan beragam penyakit kardiovaskular lainnya.

4. Diabetes

Kebiasaan duduk dalam waktu yang panjang akan mengurangi kemampuan hormon insulin ini. Jika glukosa tidak diproses dengan baik dalam tubuh, glukosa akan tetap berada di dalam darah. Glukosa yang tidak dapat diubah menjadi energi ini akan berisiko menimbulkan diabetes.

5. Degenerasi Otot dan Kerusakan Saraf

Dalam kondisi bekerja dan duduk selama berjam-jam, karyawan hanya akan melakukan gerak tubuh yang terbatas sehingga otot perut dan pinggangnya tidak bisa bekerja dan bergerak dengan optimal. Jika hal seperti ini berlangsung dalam kurun waktu yang panjang, otot perut dan pinggang akan melemah dan tidak lagi lentur sebagaimana mestinya.
Hal ini dapat membuat otot menjadi kaku, nyeri, dan berbagai keluhan lainnya. Jika dibiarkan dalam waktu yang panjang, kondisi ini bisa saja merusak saraf dan pergerakan otot tersebut.

6. Kanker

Dalam kondisi kerja yang duduk terlalu lama  pankreas akan bekerja dengan tidak teratur dan membuat produksi insulin menjadi meningkat lebih tajam.
Hal ini bukan hanya berdampak pada penurunan kinerja tubuh, tapi bisa juga mengakibatkan tumbuhnya sel di luar kendali yang pada akhirnya bisa menimbulkan tumor pada bagian tubuh.
Minimnya gerakan fisik yang dilakukan selama bekerja akan membuat penyerapan dan kinerja antioksidan dalam tubuh menjadi berkurang. Hal ini dapat memicu pertumbuhan kanker dalam tubuh, bahkan dalam beberapa jenis sekaligus.

7. Kolesterol tinggi

Pada umumnya, gangguan bisa dirasakan mereka yang duduk dan bekerja dalam waktu yang panjang setiap harinya di mana kadar kolesterol meningkat akibat kurangnya gerak tubuh selama bekerja.
Berbagai penyakit di atas merupakan masalah yang cukup serius. Jika dibiarkan terjadi, bisa saja hal ini berakibat fatal bagi kesehatan. Sangat penting untuk melakukan pencegahan sejak awal agar tubuh tetap sehat dan bisa prima sepanjang waktu,meskipun bekerja dalam kantor seharian.

6.      Solusi untuk menjaga kesehatan karyawan
  • Minum Air Putih Secukpnya
Dalam satu hari idealnya karyawan meminum air putih sebanyak delapan sampai sepuluh gelas. Hal ini kita lakukan agar karyawan terhindar dari dehidrasi. Dalam bekerja biasanya karyawan merasakan dehidrasi pada jam tiga sore. Jadi jangan lupa untuk banyak meminum air putih di tempat kerja.
  • Hindari Mengkonsumsi Snack
Mengkonsumsi snack tentu sangat menyenangkan. Namun dengan mengkonsumsi snack akan menambah kalori yang sangat banyak. Sehingga dalam waktu panjang akan membuat berat badan karyawan bertambah. Jika karyawan lapar diluar jam makan siang saat bekerja disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan.
  • Makan Siang yang Sehat
Mulailah mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi. Jangan mencari makanan di sembarang tempat. Makan siang yang sehat baik dari jara penyajian maupun jumlahnya sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita ketika bekerja.
  • Sesuaikan Jarak Pandang Layar Komputer dengan Mata
Mata lelah karena terlalu lama di depan komputer dapat menyebabkan pusing dan hilang konsentrasi. Untuk mencegah mata lelah saat bekerja, yang karyawan anda harus lakukan adalah dengan menjaga jarak pandang antara layar komputer dengan mata anda. Jarak ideal antara layar komputer dengan mata adalah sekitar panjang lengan. Jika karyawan tidak dapat melakukan hal tersebut, karyawan  anda dapat mencoba untuk memperbesar ukuran font di komputer anda agar mata karyawan  tidak cepat lelah.
  • Hindari Kepenatan Berlebih
Jangan terlalu lama berfokus pada pekerjaan. Hal ini juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh anda berkurang.  Hal ini biasanya tidak akan karyawan sadari sampa karyawan  anda mengalami stress yang luar biasa sehingga daya tahan tubuh berkurang dan karyawan mudah terserang penyakit. Solusi terhadapa permasalahan ini, karyawan  anda dapat disarankan untuk mencoba untuk menarik nafas panjang dan teratur. Selain itu sarankan karywan anda dapat mencoba untuk keluar sebentar dari ruangan bekerja kemudian hirup udara segar, tarik nafas panjang dan isilah paru-paru anda dengan udara segar yang kaya akan oksigen.
  • Carilah Waktu Untuk Berlibur
Berlibur sangat penting untuk dilakukan oleh semua karyawan.  Dengan berlibur akan mengembalikan stamina tubuh mereka layaknya baterai yang baru selesai di charge. Liburan akan membantu karyawan melepaskan stress dan lelah. Dengan kata lain, saat kembali bekerja karyawan akan memiliki pikiran dan tubuh yang fresh. Sehingga dapat menyelsaikan seluruh pekerjaan mereka dengan baik.

belajar lebih banyak dari link di bawah ini :